Energy Tubuh Bisa Gerakkan Smartwatch

Umumnya smartwatch yang beredar dipasaran menggunakan baterai. Kini penggunaan baterai sepertinya akan ditinggalkan. Seperti ynag dirancang Matrix yang bakal melahirkan PowerWatch yang menggunakan suhu tubuh pengguna sebagai sumber utama energi. Benarkah?


“PowerWatch akan beroperasi pada saat dikenakan. Ketika jam tangan itu diletakkan, dia akan menyimpan di dalam memori dan istirahat. Pada saat dikenakan kembali, dia akan beroperasi seperti awal. Jam tangan ini memiliki power meter untuk memberitahu pengguna, seberapa besar lsitrik yang dihasilkan dari tubuh.”

Layaknya jam tangan pintar, fitur yang ditonjolkan cukup banyak. Dilengkapi dengan fitness tracker yang bisa menghitung pembakaran kalori, mengetahui pola tidur, dan untuk berenang. Tentunya sudah dilabeli tahan air.

Smartwatch ini juga terhubung dengan smartphone dan sudah dilengkapi dengan pengaturan waktu. Desainnya sangat menawan karena terbuat dari aluminium khusus untuk pesawat. Pembalian bisa dilakukan melalui crowdfunding Indiegogo. Sayangnya belum ada keterangan harga.

MARSHALL Mulai Produksi Headphone

Mendengar nama Marshall tentu tidak asing bagi musisi. Sebab sejauh ini Marshall menghasilkan sound system dan amplifier yang cukup andal. Sepertinya Marshall juga terseret untuk masuk ke ranah teknologi. Meski tidak jauh-jauh dari core business, namun Marshall sudah ancang-ancang.

Salah satu produknya adalah headphone yang diberi nama Marshall Mid Bluetooth. Headphone ini terhubung dengan Bluetooth dengan desain yang cukup apik. Earcups diseuaikan dengan telinga untuk menyuguhkan suara yang menggelegar.

Laporan dari Digital Trends, desainnya sedikit lebih mungil. Daya tahan baterainya bertahan 30 jam, kabel yang terselip 3,5 mm, dan driver 40 mm. Soal kualitas suara, Marshall tidak main-main. Mereka sudah berpengalaman sebagai perusahaan penyedia sound system.

Kabarnya harga headphone ini di kisaran USD 200 (Rp 2,6 juta). Sesuai dengan namanya, headphone ini menggunakan Bluetooth sebagai penghubung.
Load disqus comments

0 komentar