ZOOM HRV Bisa Kontrol Detak Jantung saat Berolahraga

Makin banyak deretan smart armband untuk kebutuhan olahraga. Seperti yang dimiliki LifeTrack Zoom HRV jauh berbeda dengan Apple Watch atau perangkat serupa lainnya. Perbedaan utamanya terletak pada fitness tracker.

Zoom HRV memiliki pengukuran interval antara waktu dengan detak jantung. Ini sangat berbeda dengan fitness tracker pada umumnya. Selama ini produk wearable hanya mengukur jumlah denyut jantung per menitnya. Sementara kinerja Zoom HRV fokus pada fluktuasi kecil di dalam jantung.


Tetapi kegunaannya nyaris tidak jauh berbeda dengan fitness tracker pada umumnya. Memonitor detak jantung, memonitor pergerakan fisik, mendeteksi pola tidur, dan kontrol pembakaran kalori melalui detak jantung.

Pada saat digunakan untuk berenang, masih bisa menghitung jumlah lap dan tetap bisa mengontrol detak jantung. Pada saat digunakan bersepeda, bisa mengukur irama, sekaligus mengukur detak jantung secara bersamaan pada saat digunakan di kaki.

Alat ini juga tahan air hingga kedalaman 50 meter. Fitur yang tidak kalah pentingnya bisa mengetahui seberapa jauh tingkat kelelahan pengguna. Sehingga bisa digunakan untuk mengatur masa recovery. Soal harga memang agak mahal. Perangkat ini senilai USD 139.99 (sekitar Rp 1,8 juta).

Stateskop Mungil, Deteksi Detak Jantung dan Kondisi Fisik

PENELITI dari University of Illinois dan University of Colorado Boulder berhasil mengembangkan stateskop mungil. Stateskop yang diberi nama stick-on stethoscope ini berukuran hanya 2 mm dan sangat lentur dikenakan. Bahkan Anda bisa mengenakannya di ujung jari.

Soal sensor, dia sangat sensitif. Alat ini bisa mendeteksi gelombang suara dan mengukur sinyal elektromagnetik di dalam tubuh. Perangkat ini juga bisa digunakan untuk mendengarkan getaran tenggorokan, dengkuran, detak jantung,

aliran darah, dan kondisi otot. Ke depan pihak pengembang akan melengkapinya dengan Bluetooth. Saat ini alat medis ini sudah dilakukan tahapan pengujian. Salah satunya terhadap delapan orang tua dengan kondisi jantung yang perlu dipompa.

Dikutip dari The Verge, alat medis ini sangat membantu dokter dalam mengontrol pasien. Selain itu bisa digunakan untuk penelitian bagi calon dokter maupun tenaga medis lainnya.

Subscribe to receive free email updates: